Memasuki dunia distorsi ruang dan waktu


Awalnya ekspektasi penulis melihat poster film ini akan ada sajian simple tentang perjuangan kembali ke bumi. Seperti yang ada di Gravity. Namun ternyata keliru. Keliru besar malah.

Garapan sutradara Christopher Nolan ini malah sebaliknya, berat. Bahasa konfliknya terlalu tinggi buat penulis untuk dimengerti. Konsep ceritanya juga membingungkan dan aneh.

Setelah diputar-putar dengan konflik investigasi luar angkasa yang rumit, baru ada sedikit titik terang. Ada deja vu dengan template konsep cerita disini. Penulis lupa tapi merasa pernah melihat film dengan konsep konflik seperti disini.

Karakter utama disini, Cooper, adalah mantan astronot NASA yang didapuk kembali untuk terbang ke antariksa dengan resiko besar. Sebelumnya, ada beberapa kejadian aneh yang dialami oleh Cooper. Dan, setelah diputar-putar dengan kisah yang rumit, dibalik kejadian aneh "selama ini" adalah si Cooper sendiri. Template seperti ini rasanya sudah pernah ada sebelumnya, hanya masih misterius. Ingat-ingat lupa.

Dari segi visual, lumayan. Bagaimana menampilkan isi planet selain bumi disini cukup bagus dengan detailnya. Ada planet yang isinya air lautan. Ada planet yang isinya tebing-tebing cadas. Bagus.

Endingnya apalagi, wow...futuristik. Dan, tentu saja kembali ke selera masing-masing penonton.

Kalau bagi penulis, film ini tergolong berat. Kurang sederhana.

Interstellar (2014) - 6/10