Hate is baggage. Life's too short to be pissed off all the time.


Cukup lama mendapatkan film ini. Tertariknya karena faktor rating yang didapatkan di IMDB.

Setelah menyimak, ada 2 kesan paling terasa dari konsep cerita disini.

Pertama, faktor Edward Norton. Kualitas aktingnya luar biasa. Menurut penulis, ada 3 gaya yang dimainkan sekaligus oleh Norton dan kesemuanya bagus. Benar-benar seorang aktor hebat.

Sejauh yang penulis tangkap, Norton memainkan karakter "anak manis", lalu berubah menjadi seorang gangster, dan terakhir menjadi lelaki dewasa yang bijak.

Kedua, faktor ending cerita. Benar-benar "memukul".

Sepanjang film, disuguhkan cerita dengan konsep alur maju-mundur. Menceritakan tentang masa lalu dan sekarang dari seorang Derek Vinyard. Konflik dalam cerita disini tidak hanya satu melainkan dua sekaligus dan berjalan beriringan sempurna. Konflik pertama, tentang Derek yang memiliki ideologi rasis dan berakhir di penjara. Konflik kedua adalah sang adik, Daniel Vinyard, yang mengidolakan sang kakak.

Pesan moral dalam film ini disampaikan melalui momen flashback dari karakter Derek selama di penjara. Ada sisi ironis yang menarik disitu. Dimana Derek dipenjara karena secara bangga membunuh kulit hitam, dan selama dipenjara Derek memiliki sahabat terbaik seorang kulit hitam.

Seperti yang digambarkan melalui karakter Derek, tidak akan ada guna membenci sesuatu yang berbeda dari kita.

American History X (1998) - 6/10