Romantisme gagah dua negara yang berseteru


Benar-benar "tertipu". Korea kali ini punya kisah yang menelikung tajam. Awalnya, film ini terasa serius. Apalagi ada momen assasins sadis yang menghabisi korbannya.

Temanya adalah assasins dari Korea Utara menyusup dan membunuh di tanah Korea Selatan.

Yang terjadi kemudian adalah film ini justru kehilangan momen serius. Beberapa adegan penyegar justru menjadi kekocakan. Namun, ternyata bukan sepenuhnya drama "politik" Utara-Selatan menjadi komedi. Tapi, lagi-lagi citarasa film Korea memang lain. Lika-liku konflik disini diolah dengan rapi. Dramanya menyentuh, komedi kecilnya menyegarkan, aksi laga-nya khas ala Korea yang cepat-rapi-bersih-mantab.

Tema Utara-Korea khususnya bagian dramanya sekejap mengingatkan penulis pada film Joint Security Area. Tapi, bila dibandingkan dengan JSA, film ini lebih mudah "masuk" karena lebih merakyat. Plot ceritanya mengambil sisi kehidupan kota yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan di JSA, mengambil background area militer dan dramanya serius.

Tentu saja nyawa film ini ada di bahu aktor utamanya, Song Ka-ho. Luar biasa. Berkelas. Penulis mengenal sosok Song Ka hoo lewat perannya yang juga luar biasa di The Host. Di The Host juga, Song Ka Hoo punya keunikan komedi tersendiri. Aktingnya memang bagus dan menjiwai.

Menariknya lagi bagi penulis, film ini seperti sebuah seruan untuk bersaudara dan berdamai. Di satu sisi, film ini meski dibuat oleh pihak Selatan, tak serta merta menjelekkan sisi Utara, bahkan bila disimak film ini justru menampilkan sosok Utara lebih "manusiawi" daripada Selatan. Setidaknya, Korea Selatan sudah berusaha menampilkan pesan damai lewat film berkisah "romantis" drama persaudaraan.

Nice movie.

Secret Reunion (2010) - 7/10