Di seberang ruang angkasa ada kecerdasan luas, tenang, dan memandang planet bumi tak bersahabat



Bicara film ini bisa juga bicara tentang teknologi. Karena memang yang paling menonjol dari film ini adalah teknologinya. Penulis mengambil contoh Jurrasic Park, dimana Steven Spielberg mengolah film dengan teknologi kelas tinggi dan mampu menarik emosi penonton seolah ikut larut dalam ketegangan cerita.

Dan, yang terpenting buat penulis adalah meski memakai teknologi hebat, tidak nampak "paksaan" atau hanya tempelan film agar terlihat mewah megah, dan halus dari sisi detailnya.

Dari alur cerita dan konflik, menurut penulis cukup sederhana. Tidak terlalu berat karena konfliknya simple, menyelamatkan diri.

Yang berkesan untuk penulis dari film ini, adalah saat-saat hadirnya awan mendung dan petir. Bagus suasananya. Menusuk.

Kedua, pada saat Ray dan dua anaknya menyelamatkan diri dengan mobil dari rumah Ray. Disitu adegannya adalah mengendarai mobil dengan kencang, pergerakan kamera secara halus mengelilingi serta merekam moment adegan dalam mobil lewat kaca. Semua sisi disorot kamera secara memutar, lalu ke bawah mobil bagian ban, ke samping, ke belakang, lalu ke atas untuk menampilkan sisi luas kota.

Ketiga, momen adegan ketika Ray bersama Rachel, dan Harlan terperangkap dalam rumah. Adegan tersebut menampilkan belalai ber-mata yang mencari manusia hidup.

Lainnya, tentu saja adegan hancur-hancuran seisi kota. Bahkan kapal fery ikut dijungkirbalikkan, mobil dilempar ke atas seperti mobil mainan.

Bagian mendekati pamungkas, jujur saja kurang menarik untuk penulis, terlalu "ringan" karena menghancurkan satu tripod seharusnya bukan berarti the end. Lalu bagaimana tripod-tripod di kota lain?

Luar biasa. Steven Spielberg, two thumbs. Mantab suguhannya.

War Of The Worlds (2005) - 6/10