Pasang surut sang harimau petarung


Sejarah mencatat Mike Tyson sebagai juara dunia di usia 20. Sejarah juga mencatat segala sepak terjang Mike Tyson di luar ring tinju.

Menariknya film dokumenter ini adalah meringkas kehidupan Tyson secara jujur. Mungkin tidak detail atau tidak semua sudut kehidupan Tyson diulas, tetapi tetap menarik bagi penulis.

Paling emosional adalah ketika memasuki sesi kisah masa muda Tyson. Seorang bocah miskin dari Brooklyn, berbakat, memiliki mental harimau, akhirnya "dijinakkan" oleh Cus D'Amato. Disinilah penulis ikut larut ketika lelaki segarang Tyson harus tercekik. Tercekat. He was choked when remembered D'Amato. Menahan air mata. Bahkan di wawancara tersebut secara jujur Tyson bilang now I'am cry. Dan memang Tyson sekuat tenaga menahan emosi sedih.

Tanpa perlu ulasan lebih mendalam, sikap haru Tyson mengingat sosok D'Amato sudah menjelaskan bahwa hubungan mereka sangat dekat. Polesan D'Amato memang melahirkan seorang juara dunia. Dan harimau itu menjadi jinak. Namun, ketika D'Amato wafat meninggalkan Tyson yang masih sangat muda menyebabkan kendali itu lepas. Harimau pun menjadi super agresif.

Sekuat sehebat apapun Tyson tetaplah manusia yang memiliki sisi hidup pasang surut dan naik turun. Ada sisi khilaf dan insaf. Setelah melewati masa muda yang hingar bingar oleh harta dan gelar, Tyson pun akhirnya tersungkur. Terjatuh ke lubang dasar "kekalahan". Baik di atas ring maupun di luar ring. Prestasi dan nama besar Tyson sekejap pudar ketika kasus pemerkosaan menjeratnya. Penjara menjadi pukulan KO bagi Tyson.

Sisi menarik lainnya, tentu saja aneka klip aksi Tyson meng-KO lawan-lawannya di ring tinju. Dari klip-klip tersebut memang terlihat dashyatnya pukulan Tyson. Sangat kuat. Powerfull. Kemudian, tentu saja paling bersejarah lagi adalah aksi gigit kuping Tyson pada Holyfield. Seiring bertambah usia, Tyson pun secara besar hati memberi selamat kepada lawan-lawannya yang memukul kalah dirinya. Bahkan di pertarungan terakhirnya, Tyson jujur mengakui bahwa dirinya bertarung kali ini hanya semata demi uang.

Tyson (2008) - 8/10

No comments:

Post a Comment