Inspirasi dari ekor lumba-lumba, karena Winter tidak mengenal menyerah


Kesan dalam film ini adalah padat. Konflik di dalamnya cukup beragam dan menginspirasi sekaligus mengharukan.

Salah satu film yang cocok untuk disimak saat bersantai di hari libur bersama keluarga. Sebuah film yang cukup ramah dan berwarna cerah. Yang menarik lainnya, film ini berdasarkan kisah nyata dan tentunya dengan dramatisasi.

Padat. Konflik padat dengan alur cerita yang berjalan normal. Tidak terlalu cepat juga tidak melambat. Konflik demi konflik, Winter-Kyle-ataupun Clearwater Merine disampaikan dengan baik tidak bertabrakan satu sama lain bahkan saling memperkuat. Dan selama perjalanan cerita, penulis menangkap beberapa pesan moral menarik versi penulis sendiri dari film ini.

- Karakter anak-anak ditampilkan baik lewat Hazel dan Sawyer. Meski akting mereka terlalu "dewasa" tapi memiliki nilai not quit when the older quit. Ketika para dewasa menyerah justru anak-anak yang punya cinta besar kepada Winter memilih tak menyerah.

- And nobody in his right mind would even try.... Luckily I'm not. Kalimat dialog dari karakter Dr.McCarthy ini memberi nilai wawasan bagaimana melihat peluang.

- Emosional dari film ini ada pada bagian ketika Kyle dipertemukan Winter. Meski karakter Kyle bukan main role namun lewat Kyle justru pesan moral film ini berada.

- Winter tanpa ekor dipastikan vonis tanpa harapan hidup lama. Sebab tanpa ekornya Winter akan kesulitan untuk berenang di dalam air. Bahkan untuk sebuah media pertunjukkan, kondisi Winter dikatakan hopeless. Tidak bernilai. Namun, pilihan menyerah tidak berlaku bagi Winter - Sawyer - Hazel ataupun Dr.McCarthy.

- Penutup film adalah bagian yang paling mengharukan. Luar biasa. Winter memang menginspirasi.

Keseluruhan film ini menceritakan bahwa ketika cinta itu ada dan tulus, maka dia akan menjadi semangat hidup paling hidup.

Dolphin Tale (2011) - 7/10