Skip to main content

Perubahan yang akan abadi

Melawan perubahan itu tidaklah mudah. Seperti Movielitas saat ini. Banyak hal yang terjadi dan penuh dengan perubahan.

Melalui postingan ini, Movielitas sekedar ingin berbagi tentang salah satu kegiatan baru di luar menonton film. Yaitu musik.

Meskipun Movielitas sejatinya termasuk "totally blind note person" alias buta nada, tapi seperti pada umumnya, Movielitas juga menyukai musik. Pernah belajar gitar klasik tapi tidak mendalam.

Saat ini dunia sudah serba digital. Menghasilkan musik bukan hanya lewat studio musik, begitu juga menghasilkan musik bukan bagi yang punya alat musik saja. Menciptakan karya seni berupa musik, kini bisa dilakukan siapa saja dan tidak harus melalui label studio untuk memasarkannya. Tergantung niat masing-masing.

Berikut ini adalah salah satu karya Movielitas dalam bentuk musik instrumental (tanpa vokal) yang disebarkan melalui media Youtube dengan nama channel Sa'Falese.

Enjoy ....

Comments

Popular posts from this blog

Cerita tentang film The Last Mohicans

Sajian klasik seeputar kisah pada jaman pra-modern. Mungkin karena faktor perbedaan jaman, film ini terasa kaku pada gaya battle -nya. Yang bisa Movielitas tangkap inti ceritanya adalah konflik antara Inggris Raya melawan Perancis yang terjadi di tanah Amerika. Konflik kerajaan tersebut disusupi oleh kepentingan balas dendam oleh suku Huron. Penampilan suku Huron ini mengingatkan penulis pada penampilan suku pedalaman di Apocalypto. Entah sama atau tidak, Movielitas juga kurang begitu memahami. Judul The Last Mohicans sendiri merujuk pada tiga orang suku Mohawk yang ikut terlibat di pertempuran antara Inggris dan Perancis, yang sejatinya lebih dikarenakan oleh kisah cinta pria-wanita lintas ras. Dari segi konflik, cukup bagus. Tidak datar dengan satu konflik saja. Hanya soal gaya battle yang sedikit kelihatan kaku. Ada satu yang memorable dari film ini yaitu theme song -nya yang easy listening dan megah. The Last Mohicans (1992) - 6/10