Preman tenor melepas jubah gangster

Dari judulnya memang mirip dengan salah satu nama penyanyi tenor yang pernah ada yaitu Luciano Pavarotti. Dan, memang kisah di dalam film ini membahas dunia penyanyi tenor. Yang menarik adalah film ini dibuat berdasarkan kisah nyata.

Singkatnya film ini membahas tentang karakter Jang-Ho yang dikenal sebagai preman atau anggota gangster di Korea. Meskipun sering dikeluarkan dan pindah sekolah, Jang-Ho memiliki talenta di dunia tarik suara khususnya di dunia tarik suara tenor.

Latar belakang kehidupan keras di dunia gangster, pertemuannya dengan seorang guru musik yang mau peduli dengan hidup dan talenta terpendamnya, serta perjuangan di dunia tarik suara akhirnya membuat kisah nyata dari Kim Ho Joong menjadi dasar cerita film ini.

Dan selalu keunggulan karya Korea adalah mampu memadukan cerita dengan apik dan pas. Ada porsi untuk komedi, ada porsi untuk romantis, dan ada porsi untuk emosional yang mengharukan.

Seperti di sini juga, film ini berjalan dengan awal yang cerah, lalu ada frame komedi dari guru, berganti ke frame serius, masuk ke konflik interaksi guru dan murid, diselipi dengan romantisnya cinta tanpa menuntut, dan peristiwa emosional yang menjadi titik balik perubahan jalan hidup.

Pesan moral yang ingin disampaikan lewat film ini menurut Movielitas adalah kesuksesan adalah hak dan milik siapa saja dengan latar belakang apapun. Kadang, bisa diraih sendiri atau harus dipertemukan dengan orang lain untuk membuat satu belokan di jalan hidup.

Keseluruhan, cukup bagus dan memang film drama Korea yang seperti biasanya. Tampilannya cantik, konfliknya lumayan, selipan komedinya tidak berlebihan, dan pesan moralnya juga bagus. Cocok untuk pecinta film drama inspirasional dari kisah nyata manusia, dan khususnya bagi pecinta drama Korea.

My Paparotti (2013) - 6/10