Perjumpaan anarkis antara pegawai,perampok,dan pembunuh

and done...

Film yang seharusnya menjadi film kriminal dengan campuran aksi laga penyanderaan dan pembunuhan. Tapi, sayangnya jadi "komedi".

Berkisah tentang sebuah bank menjadi sasaran anarkis bagi perampok dan seorang pembunuh berantai yang jadi buron polisi Los Angeles dan dijuluki The Window Killer karena trademark nya yang selalu mencongkel mata korbannya (kurang lebih maksudnya mata adalah jendela jiwa jadi diberi gelar The Window Killer).

Setting lokasi bank, unik dan imut lucu. Lebih tepatnya seperti kantor koperasi simpan pinjam. Atau juga lebih mirip kafe ketimbang kantor penyimpanan harta berharga. Dan, dengan keamanan yang super minimalis. Tidak ada security dan kamera CCTV (meskipun diceritakan lagi mau ditutup).

Pada beberapa bagian, akting para aktor aktris di dalamnya terlihat kaku dan "lucu". Terasa kurang pas untuk jadi perampok ataupun polisi. Salah satunya adalah momen negosiasi yang santai sekali antara presiden perampok dengan detektif cantik, di tengah gentingnya perampokan bank. Para perampoknya santai sekali dalam menjalankan misi rampok, yang jadi sandera pun santai, polisi yang mendatangi ke TKP pun tak kalah kaku-nya.

Alur ceritanya pun mau tak mau ikut tertular menjadi kaku,santai, cenderung lucu. Momen pertarungan antara polisi dan perampok pun singkat-padat-jelas tanpa emosional apa-apa.

Keseluruhan, hiburan ringan drama kriminal.

The Last Heist (2016) - 4/10