Kerja keras delapan hari seminggu The Beatles menoreh sejarah

Dari judulnya mungkin bisa ditebak jenis apa dari film ini. Film ini adalah dokumenter seputar perjalanan besar dari band besar yang pernah ada di abad bumi ini yaitu The Beatles.

Inti cerita dari film dokumenter ini berfokus pada masa tahun 1960an, seputar awal-awal perjalanan karir musik band The Beatles yang berisikan empat pemuda jenius dalam menciptakan serta mengolah lagu.

Bakat musik mereka berempat tidak hanya terkenal di kampung halaman mereka sendiri, Liverpool, melainkan juga ke penjuru dunia. Seiring dengan kharisma dan popularitas yang membesar, muncullah tanggung jawab besar yang menguras energi muda mereka.

Movielitas sendiri menyukai semua jenis musik. Meski tidak hidup di jaman keemasan The Beatles, namun Movielitas mengenal karya-karya mereka dan menikmati beberapa hits The Beatles yang abadi.

Beberapa musik yang dimunculkan di film dokumenter ini, ada yang Movielitas kenali tapi ada juga yang tidak. Dan, ekspektasi awal adalah menambah wawasan baru seputar fenomena industri musik dunia yang pernah ada di jaman dulu. Dimana The Beatles pada era 1960an memiliki daya tarik yang luar biasa dan fenomenal menciptakan sejarah dalam dunia musik.

Dari sejarah The Beatles bisa dipetik pelajaran bahwa semua ada masanya. Saat di puncak kejayaan harus diyakini bahwa tidak akan selamanya, akan ada usia yang tidak bisa kompromi. Tapi, sejarah tidak akan bisa menghapus karya. Seperti karya-karya The Beatles yang masih ada dan bisa dinikmati hingga sekarang. Dan, menoreh sejarah itu perlu kerja keras sekeras bekerja 8 hari dalam seminggu.

Film ini pastinya cocok bagi para penggemar The Beatles. Bagi yang belum mengenal The Beatles pun tak ada salahnya menonton karena bisa digunakan sebagai wawasan baru seputar sejarah musik tentang salah satu band besar dalam sejarah musik dunia.

The Beatles : Eight Days A Week (2016) - 6/10