Harga cinta bagi seorang Ip Man


Di seri ketiga perjalanan Master Yip di dunia ilmu beladiri Wing Chun, tak bisa dipungkiri bahwa yang paling ditunggu adalah Mike Tyson. Meskipun porsi tampilnya bisa dikatakan kecil namun sudah lumayan menghibur sekali.

Kesan pertama yang muncul adalah akting dalam beberapa adegan yang kaku. Mike Tyson terasa kaku berakting dan dialognya. Beberapa titik perpindahan scene per scene alur cerita pun demikian.

Di sini, sisi dramanya menampilkan 3 pihak. Pihak putih/lakon dipegang Ip Man, pihak hitam/jahat dipegang Barat, lalu ada satu karakter yang dihadirkan sebagai pihak abu-abu (tidak baik tapi juga sempat melakukan kejahatan) yaitu Cheung Tin Chi, yang mengklaim bahwa ilmu Wing Chun milik Ip Man tidak se-otentik miliknya.

Dari sisi aksi laga, rasanya seperti "dipaksakan" untuk terus ramai ber-beladiri. Dan konsep yang dihadirkan menonjolkan sisi laga Ip Man melawan banyak orang. Keseluruhan hiburan aksi laga-nya lumayan.

Sisi drama terbaik adalah seputar penyakit istri Ip Man. Sekaligus menjadi pesan moral film ini bahwa yang terpenting dalam hidup bukanlah pamor ataupun pengakuan dari orang lain melainkan cinta dari orang di samping kita.

Sedangkan sisi aksi laga terbaik buat penulis dari film ini adalah petarungan Ip Man di lift dengan Thai Boxer dan tentunya adegan tarung antara tinju Mike Tyson dan gemulai Wing Chun Donnie Yen.

Keseluruhan, penulis masih favorit dengan seri pertama Ip Man. Di sana, campuran porsi drama dan aksi laga-nya terasa pas. Disini, aksi laga-nya memang lebih megah namun kurang diimbangi dengan porsi drama yang pas.

Ip Man 3 (2015) - 6/10