Menepis rasisme dengan pukulan keras dan homerun


Yang menarik pertama kali adalah based on true story. Lalu, Harrison Ford, tentu saja.

Kalau dari kisahnya, jujur saja penulis "kurang" begitu mengenal jenis olahraga satu ini. Yang penulis tahu justru namanya "kasti". Itupun adalah jenis "permainan" pada jam olahraga pada saat masih di sekolah dasar. Tapi, inti film ini pastinya masih bisa diraba oleh siapapun meski tak mengenal jenis olahraga ini.

Penampilan Harrison, masih menarik. Masih memiliki kharisma akting yang "kuat" di usia yang tak lagi muda.

Alur ceritanya biasa. Dramatisasi kisah perjuangan pemuda kulit hitam bertahan di tengah isu rasis di Amerika. Namanya juga drama, tentu saja agak terasa berlebihan pada beberapa moment-nya.

Seorang manager Branch Rickey "mengambil" resiko yang anti mainstream saat itu. Rickey merekrut Robinson yang notabene adalah pemain baseball berkulit hitam. Dan Rickey berani memasang kontrak yang tidak murahan. Pertaruhan Rickey, memang harus dibayar mahal dengan olok-olok dan hujatan sana-sini.

Tentu saja, bila dibandingkan dengan kondisi nyatanya, tidak akan se"halus" dalam film ini yang cuma mengambil kisah hidup sepotong-potong. Pastinya, yang dialami oleh seorang Jackie di dunia nyata jauh lebih keras.

Tapi, yang menarik bagi penulis adalah banyak (terutama) quote yang keren dan dalam maknanya. Bila memaksa cerdas untuk dipahami memang terasa teduh dan bisa direnungkan. Hanya beberapa yang bisa segar penulis ingat, misalnya quote Manager Rickey saat akan merekrut pemain kulit hitam, prinsipnya adalah dollar berwarna hijau. Dan dollar tidak mengenal warna kulit. Siapapun bisa dihinggapi mata uang tanpa mengenal warna kulit atau bila dibalik, bahkan uang tak mengenal rasisme.

Ada lagi, quote Jackie Robinson kepada Manager Rickey saat pertama kali bertemu, setelah dibentak dan dijelaskan tujuan Rickey yang beresiko merekrut Jackie yang notabene adalah kulit hitam, versi penulis..."Give me uniform, give me number on my back, and I'll give you the guts." Tegas.

Paling berkesan dalam untuk sesi moment, adalah moment Jackie yang harus diam ketika menerima segala macam bentuk hinaan rasis. Di momen tersebut seperti mengajarkan bahwa diam adalah senjata ampuh meskipun sangat sulit. Be tough. Tapi diam saja tak cukup bila tanpa pembuktian, dan Jackie berkapasitas untuk menjadi seorang atlet yang mampu "membuat" orang-orang berprinsip rasis kelas akut menjadi diam sekaligus sembunyi standing ovation sambil angkat topi diam-diam melihat ketangguhan seorang atlet bernomor abadi 42 di tim Brooklyn Dodgers, Jackie Robinson.

Movie with a Great inspiration. Sebuah suguhan film dengan pesan moral yang menarik.

42 (2013) - 7/10