The Last Contestant


Sebelumnya, jauh sebelum mendapatkan film ini penulis pernah menikmati sebuah acara televisi yang konsepnya mirip dengan konsep dasar cerita di film ini. Dan, acara televisi tersebut 95% reality show dan 5% nya lagi tidak yakin.

Ada 5 orang random yang dimasukkan ke dalam sebuah rumah untuk tinggal bersama selama jangka waktu untuk memperebutkan sejumlah hadiah uang. Kalau versi lokal memperebutkan rumah mewah. Di versi lokal jumlah kontestannya lebih banyak. Sama-sama memakai gaya tangkap momen melalui CCTV pengintai yang dipasang di penjuru sudut rumah.

Konfliknya, bila di versi lokal mengandalkan konflik kepribadian antar kontestan. Semakin tidak betah tinggal semakin "diarahkan" sutradara menjadi "keramaian" yang dapat dijual. Itulah gaya umum reality show lokal. Dan nuansa yang ditonjolkan sangat ramah mengingat untuk konsumsi umum. Banyak kru terlibat, game, konflik yang sepele jadi besar, ada iklan.

Tapi di sini, dibuat dengan aroma horor. Berdarah-darah untuk memenangkan kompetisi. Awalnya cukup menarik. Karena para kontestan ditempatkan di sebuah rumah pedalaman tanpa kru satupun. Benar-benar "terkucilkan". Konfliknya bukan semata karena ketidakbetahan namun juga ada campur tangan pihak luar yang menakut-nakuti.

Horornya sendiri hanya menarik di separuh awal, dan tidak disimpan lama. Karena belum berakhir film ini sudah dibuka tabir siapa penebar teror di reality show itu. Dan disitulah kurang gregetnya, terlalu "cepat" membuka kunci jawaban.

Faktor lain yang mempengaruhi film ini tentu saja karena sudah pernah menikmati suguhan acara yang kurang lebih mirip. Tidak ada gregetnya. Biasa saja. Mungkin, mungkin saja kalau belum pernah ada acara reality show seperti ini, akan lebih bisa "menerima" konsep cerita film ini.

Pertanyaannya siapa yang meniru siapa? Bisa jadi film ini meniru program lokal disini.... Atau sebaliknya?? (Menurut data wiki, film ini juga merupakan adaptasi dari reality show luar negeri)

My Little Eye (2002) - 6/10