Dendam kesumat di balik hasil otopsi lama


Kalau sebuah film menghadirkan kisah pembunuhan misterius sepertinya sudah biasa. Namun, entah kebetulan atau memang kebanyakan film Korea yang penulis dapat memiliki nilai lebih.

Seperti kisah di dalam film ini, memiliki dasar pemikiran berat untuk jalan ceritanya. Menariknya, pemikiran dalam dan berat tersebut diterjemahkan ke dalam urutan cerita yang mudah diikuti.

Konflik yang dihadirkan di film ini awalnya terasa ringan saja, ada pembunuhan serta mutilasi. Kemudian, ada pembunuhnya. Namun, setelah itu tak hanya sesederhana begitu saja. Dibalik pembunuhan, penonton diajak untuk ikut merasakan dilema besar yang dialami oleh Profesor ahli forensik dimana putrinya diculik. Antara profesi, tanggung jawab, serta keselamatan nyawa putri kesayangan. Tak cukup begitu, konflik baru kemudian membanting emosi dimana ada sejarah panjang dibalik dilema sang ahli forensik.

Yang menarik dari film Korea kali ini adalah "kerumitan" konflik dalam film ini yang menarik dan berliku tanpa perlu menjadi absurd. Banyak film yang berupaya keras menampilkan jalan cerita "dalam" dan berliku penuh misteri untuk mendapatkan gelar cult atau prestise namun jatuhnya menjadi "berat" menjenuhkan.

Pendapat pribadi,film ini membuktikan bahwa kualitas film menurut mata awam bukan pada tingkat ke-absurd-an jalan cerita atau juga dalamnya makna puitis dalam simbolisasi adegan demi adegan maupun dialog melainkan pada seberapa besar tarikan emosi ikut larut dalam jalan cerita.

Nice movie from Korea, two thumbs up for this movie.

No Mercy (2010) - 7/10