Perjalanan panjang dilematis demi kecintaan pada jazz

The Terminal film

Film ini berkisah tentang dilema yang menimpa Viktor Navorski ketika berkunjung ke New York sebagai warga negara asing. Kedatangannya ditolak karena negaranya dibekukan oleh pihak Amerika dan begitu pula tidak dapat masuk ke Amerika.

Destination is nothing, journey is everything. Ungkapan itu penulis rasa pas untuk film ini. Disini penggambaran temanya lebih ke petualangan Viktor selama tertahan di bandara akibat status warga negaranya yang bermasalah.

Sesi journey Viktor inilah yang kemudian dipoles juga dimasukkan banyak unsur nilai kemanusiaan baik lewat line dialognya ataupun secara visual. Seperti nilai cinta muncul ketika Viktor mengunjungi sang wild horse Dolores dengan pertanyaan, "man with money or man with love?". Klise. Ironis.

Perjuangan hidup di bandara membuka inspirasi akan nilai entreprenuership ala Viktor. Memorable point disini adalah mengumpulkan kereta dorong demi uang 25 sen dan Burger King.

Keluguan Viktor yang sangat apa adanya seperti malaikat yang tak tersentuh harta. Datang ke Amerika dengan membawa sebongkah permintaan sang ayah dan melakukan segala sesuatu tanpa memperhitungkan untung rugi. Sepertinya memang terlalu naif bila dipasangkan di dunia nyata jaman sekarang.

Rumusan cerita dengan romantisme dan persahabatan Viktor bersama bandara JFK disini memang sedikit berlebihan dalam realitis namun dalam batas dapat diterima dan dicerna sebagai tontonan menarik sekaligus manis.

Alur cerita diolah dengan ringan saja. Sesi tujuan Viktor menjadi sangat tenggelam karena kuatnya cerita di bagian bandara. Drama bagus. Komedi lumayan. Akting Tom Hanks kualitasnya memang luar biasa. Dan sepintas mengingatkan pada gaya lugu polos ala Rowan Atkinson.

The Terminal (2004) - 7/10