Mungkin inilah orang terakhir yang diharapkan menjadi Superhero



Sebuah komedi "habis-habisan" yang menyindir gaya superhero. Mengingat gaya Superboy, Clark Kent dengan kacamatanya berparas culun menipu. Disini karakter Dave juga seperti itu paling tidak. Muda, kuliah, culun, tidak atletis, jauh dari kesan keren bingitss. Namun, sebagai lelaki biasa Dave yakin bahwa setiap orang di sudut paling pojok dan gelap sisi hati terdalam menginginkan atau mendamba menjadi superhero yang dipuja diperhatikan dielukan banyak penggemar.

Niatan Dave menjadi superhero menjadi bahan lawakan di awal film. Kocak. Konyol. Beda. Almost Marvel but Marv. Bertopeng bukan Spiderman. Berkostum khas tapi bukan Daredevil. Dan bersayap tapi bukan Batman apalagi Superman. Hijau bukan Hulk. Superhero dengan kekuatan supernya yaitu tidak terlihat di mata para gadis (tidak laku).

Kalau dilihat dari komedi sebenarnya cukup menghibur. Namun kurang pas untuk hiburan keluarga atau anak-anak. Meski usia si cantik Chloe Garetz Moretz disini masih belasan tahu, tapi karakter maupun aksinya sudah seperti Expendables. Aksinya terlalu "kasar" dan vulgar. Paling ditonjolkan adalah kerasnya serangan hingga darah bermuncratan sana-sini. Menembak anak kecil, menggencet mobil plus orang di dalamnya, atau menodongkan pistol dalam mulut bahkan oleh anak di bawah umur.

Keseluruhan memang beda. Parodi superhero sekaligus villain-nya cukup konyol dan kocak. Lagu-lagunya juga beberapa ada yang easy listening menambah daya tarik. "Lemahnya" di sudut visual aksi kekerasannya yang banyak menonjolkan darah muncrat.

Kick Ass (2010) - 7/10