Pria butuh seks, wanita butuh uang.

Sebenarnya basic line story film ini "mudah" saja. Tentang hukum alam jaman sekarang. Cinta itu perlu kontrak dan negosiasi. Tidak ada namanya pure-love, cinta apa adanya. That's bullshit today. Pria butuh seks, wanita butuh uang. Dan, ketika dua hal itu (butuh) bertemu pada satu momen, maka terbentuklah zat kimia yang disebut c-i-n-t-a, pacaran-nikah-kumpul kebo-dsb.

Alur cerita. Untuk memudahkan, film ini "mirip" dengan gaya serial Mandarin yang dulu sekali pernah hits, Meteor Garden. Ceritanya tentang pria kaya raya jatuh cinta kepada wanita pegawai toko biasa. Untuk mendapatkan cinta sang wanita, sang pria menggunakan power dan materi yang dimiliki-nya. Bedanya di Meteor Garden, ada F4 alias berempat, disini F1 alias solo lover.

Soal akting. Berani, baik dari sisi aktor maupun aktris nya. Wajar, namanya juga dibayar mahal oleh rumah produksi di Hollywood. Kalau gratisan, namanya amateur home-made porn video ekstensi 3gp atau mp4.

Erotisme. Menurut Movielitas, sisi erotis film ini, masih dalam batas wajar selama dikonsumsi oleh penonton dewasa. Biasa saja. Tidak ada istimewa-nya. Bercinta yang dibungkus dengan sinematografi. Tidak sampai pada level hardcore, masih bermain di area softcore versi Movielitas. Kalau sampai ditonton oleh penonton labil, memang berbahaya jika meniru gaya bercinta yang disajikan disini. Salah-salah, alat yang digunakan tali rumput jepang atau tali pecut karapan beralaskan koran di ladang bekas angon sapi.

Overall, biasa saja. Baik alur ceritanya maupun sajian erotisme-nya. Tapi bisa dicoba, setelah ber "panas-panas" an menonton film ini, langsung menyimak film Hachiko. Sama-sama punya love story yang "indah", bedanya yang ini pakai sistem kontrak dan negosiasi, sedangkan di Hachiko tidak ada hadiah perjalanan helikopter, tidak ada hadiah mobil mewah, tidak ada kontrak-kontrak an, apalagi negosiasi....

Fifty Shades Of Grey (2015) - 6/10