Sekilas Tentang Keuangan Syariah

Menjawab perkembangan masyarakat saat ini khususnya di bidang keuangan, banyak melahirkan konsep keuangan syariah yang merupakan penyesuaian dari konsep keuangan konvensional.

Contoh konsep syariah yang penulis ketahui secara sederhana adalah pada sektor pasar modal dan perbankan.

Misalkan, sebuah hotel berbintang yang berkembang kemudian memutuskan untuk go public atau melempar saham kepemilikan kepada masyarakat, mencatatkan diri ke Bursa Efek Indonesia. Namun, karena salah satu jenis layanan pihak hotel menyediakan jenis makanan yang dikategorikan tidak halal secara hukum Islam, maka saham hotel berbintang ini (mungkin) tidak bisa tercatat dalam Indeks Syariah. (Indeks Syariah sendiri merupakan gabungan dari saham-saham perusahaan yang tercatat di BEI dimana jenis usahanya telah dinilai dan ditetapkan sesuai dengan koridor hukum Syariah). *Note: Kurang lebihnya seperti itu ilustrasinya, corect if wrong...*

Dari sektor perbankan, pada kegiatan peminjaman modal usaha. Perbankan konvensional akan menilai calon peminjam modal salah satunya dari kelayakan segi hukum negara. Sedangkan perbankan syariah, selain menilai dari segi hukum negara juga menilai jenis usaha calon peminjam modal, apakah sesuai atau tidak dengan koridor hukum syariah.

source: pixabay
Konsep keuangan syariah sudah banyak diterapkan. Antara lain pada bank-bank besar seperti Mandiri Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah, dan sebagainya. Pada pasar modal sudah ada Indeks Syariah. Pada sektor asuransi pun juga ada terapan konsep syariah, antara lain Allianz Syariah, Prudential Syariah, Manulife Syariah, AIA, Sinarmas, ataupun Bumiputera Syariah,dan sejenisnya.

Semakin berkembangnya konsep syariah pada sektor keuangan ini tentu saja memberikan kesempatan serta dampak positif secara psikologis bagi masyarakat yang ingin mengelola keuangan mereka sesuai dengan hukum syariah.

Bila ditelisik lebih jauh, sebenarnya masih ada banyak poin-poin perbedaan antara konsep keuangan konvensional dengan konsep keuangan syariah. Namun, pada dasarnya antara konsep konvensional ataupun konsep syariah memiliki tujuan dasar yang sama yaitu membantu perencanaan masa depan yang lebih baik dengan lebih produktif (bukan konsumtif) dalam mengelola keuangan.

Happy saving...

No comments:

Post a Comment