Kisah manusia dibalik logo apel yang tergigit


Di saat penulis menyaksikan film ini, salah satu alat yang memang tidak bisa dipungkiri keberadaannya "sangat berpengaruh" di dunia serba internet adalah Iphone. Ya, kebetulan penulis hanya memiliki Iphone, itupun type 4 yang boleh dibilang dengan ukuran saat ini sudah jauh tertinggal jaman.

Produk Apple lainnya seperti Macintosh, iMac, Ipod, Ipad, penulis hingga detik menulis ini belum pernah memiliki. Hanya sekedar tahu.

Hubungannya adalah film ini menceritakan tentang orang di balik perusahaan raksasa Apple. Pastinya hampir sebagian besar pengguna internet tahu Apple atau mungkin sekedar tahu logo nya yang sangat familiar. Apel krowak...

Sayangnya, menurut penulis, film ini tidak berkisah tentang perjuangan Steve Jobs menciptakan bisnis raksasanya. Memang ada sedikit cerita tentang permulaan bisnis Apple dimulai dari sebuah garasi, tapi hanya beberapa menit saja.

Keseluruhan, film ini berkisah tentang kehidupan Steve Jobs yang manusiawi. Dibalik kesuksesannya di bidang komputer dan bisnis miliaran rupiah-nya, Steve pun tidak luput dari masalah. Steve Jobs tetaplah manusia biasa yang bergelut dengan sejumlah masalah meskipun kaya raya. Salah satunya adalah masalah keluarga.

Konfliknya, bagi penulis, berat. Film ini baru "menggigit" sejak memasuki babak peluncuran iMac. Alur cerita mulai "jelas" dan bisa dicerna. Sebelumnya, penulis kurang bisa memahami konflik Steve Jobs, paling hanya bisa menangkap "tiba-tiba" Steve Jobs sudah punya Apple, begitu saja. Tidak ada kisah perjuangannya.

Tapi, meskipun demikian, film ini membawa pesan moral, sehebat apapun manusia tetaplah manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan.

Dari film ini, paling tidak bisa meraba sedikit saja apa kelebihan dari seorang Steve Jobs, dan sangat mudah menjawabnya. Hanya perlu perenungan sedikit saja. Disini kita akan tahu, asal mula terciptanya Ipod. Sebuah alat pemutar file lagu dengan ukuran yang sangat minimalis menggantikan era walkman. Ternyata Ipod terciptakan dari sebuah dialog janji sederhana antara ayah dan anaknya.

Steve Jobs (2015) - 6/10