Luka, tawa, dan tangis Gascoigne untuk Inggris


Nama Paul Gascoigne tidak asing bagi penulis, karena dulu penulis sempat merasakan hingar bingar kebesaran nama besar Gascoigne. Dan, kebetulan pada saat itu penulis masih aktif tercatat sebagai pemain bola di kelas dan aktif mengikuti kabar berita serta menonton pertandingan bola.

Berbicara tentang Gascoigne sama dengan berbicara tentang playmaker dalam sebuah tim bola. Posisi Gascoigne ketika bermain di lapangan hijau yang penulis tahu adalah seorang playmaker, pengatur irama permainan. Vital. Dan beliau adalah salah satu pemain berpengaruh terutama di Inggris pada era 90an.

Di sini, diceritakan "sedikit" saja latar belakang serta perjalanan karir Gascoigne di dunia sepakbola.

Gaya yang dipakai bukanlah sebuah film dengan skenario dan aktor pemeran, melainkan dokumenter. Ada tiga narasumber yang mendampingi Gascoigne, yaitu Jose Maurinho, Wayne Rooney, dan Gary Lineker. Tapi, hampir 80 persen, Gascoigne yang lebih banyak tampil bercerita, selanjutnya adalah Lineker, lalu porsi kecil masing-masing untuk mantan satu tim di klub Everton, Rooney, dan Jose Maurinho.

Dulu, penulis juga menangkap kesan bahwa seorang Gascoigne adalah seorang joker atau gemar melucu dengan badan yang sedikit tambun namun memiliki ketrampilan tinggi dalam mengolah bola. Namun, semua kini berubah. Bahkan di awal film, sempat pangling melihat penampilan tua Gascoigne sekarang.

Disini, Paul Gascoigne tampil dengan usia yang tak lagi muda, namun kesan joker telah hilang. Penampilan Gascoigne berubah menjadi elegan, rapi, dan eksklusif layaknya direktur klub bola. Kesan wajah joker telah berganti dengan kesan bijaksana bahkan sangat kalem setidaknya dalam wawancara disini. Badannya tak lagi berkesan gemuk namun terlihat ramping, lebih kurus.

Sepanjang wawancara cerita, ada tawa, tangis, dan luka. Gascoigne sendiri menertawakan kegilaan masa mudanya. Menangisi segala kehilangan yang dirasakan. Ada luka yang dirasakan oleh karena ulahnya sendiri. Semua itu disampaikan dengan karakter Gascoigne yang jauh lebih wise.

Dari sekian cuplikan atraksi Gascoigne di atas lapangan hijau, salah satu yang penulis ingat betul adalah gol fenomenal melawan Skotlandia saat Turnamen Euro Cup '96. Kebetulan saat itu penulis masih setia dengan televisi. Dan, setelah masa itu, penulis ingat bahwa Gascoigne dilanda ketergantungan alkohol.

Disini hanya diceritakan sedikit, hanya secuil tentang sepak terjang Gascoigne di dalam maupun luar lapangan. Tapi, seperti yang dikatakan oleh Gary Lineker, diterjemahkan versi penulis, "... Gascoigne telah melakukan kesalahan, tapi siapa yang tidak pernah berbuat salah?..."

Dari film ini setidaknya ada beberapa poin yang bisa dipetik. Bagi mereka yang belum mengenal siapa Gascoigne, dari dokumenter ini setidaknya bisa tahu salah satu pesepakbola besar dalam sejarah lapangan bola era 90an.

Bagi mereka yang sedang merintis atau ingin terjun serius ke dunia sepakbola, bisa belajar dari kisah Gascoigne disini. Mulai dari bola tenis, dan sikap terutama saat berada di atas kesuksesan.

Gascoigne (2015) - 7/10