Be Yourself, Be Trendsmaker

Dari tahun ke tahun, teknologi semakin berkembang dengan sangat pesat. Perkembangannya menawarkan dunia digital yang sarat informasi, edukasi, hiburan, bahkan transaksi bisnis.

Salah satu yang menjadi sorotan penulis adalah Youtube. Dilihat dari usia internet, Youtube bisa dikatakan salah satu situs "tua" yang secara sederhana menawarkan tempat berbagi video dari level amatir sampai pro. Dan tanpa syarat siapapun bisa saja tampil mendunia tanpa harus audisi ala Idol.

Yang membuat Youtube bisa tetap bertahan bahkan berkembang hingga saat ini bukanlah semata karena penuh inovasi atau penambahan fitur ini dan itu di dalamnya. Lebih dari itu, justru para Youtubers (pengguna Youtube) sendirilah yang ikut andil dalam membesarkan Youtube. Karena semakin hari Youtubers semakin kreatif dalam mengelola teknologi berbasis Youtube dan bahkan bisa menjadi artis instan.

Satu trend lainnya yang mungkin masih akan berkembang adalah startup bisnis online. Salah satu contoh adalah ojek. Ladang bisnis "tradisional" yang berbasis transportasi sepeda motor. Bisa jadi, dulu ojek kalah ekslusif dengan konsep taksi dan orang merasa gengsi menggunakan jasanya. Sekarang?

Berbicara mengenai blog, hampir senasib dengan Youtube. Media blog, apapun platform merknya, adalah produk internet yang sudah cukup "tua" keberadaannya. Dulu, nge-blog bisa jadi salah satu trend pada masa jayanya. Kini, ada pepatah baru, sebuah gambar bisa mewakili 1000 kata. Trend menulis blog mungkin akan terus beralih pada miniblog, video blog, atau juga photo blog.

Berkaca pada Youtube ataupun ojek, tidak ada yang salah dengan konsep "lama" atau "tua". Semua kembali ke kreatifitas mengelolanya. Sebuah trend umumnya muncul karena unik. Berbeda dari yang sebelumnya. Trend terus berubah melahirkan pencetus dan pengikut. Karena setiap pribadi manusia sejatinya adalah unik satu sama lain, tinggal pilih akan menjadi penikmat, pengikut, atau pencetus trend baru berikutnya?