Nilai warisan budaya yang tak ternilai


Terlepas dari inti konflik-nya yang buat penulis agak sedikit membingungkan, tetap ada sisi menari dari karya Jackie Chan kali ini.

Kisahnya seputar pencurian barang antik 12 patung kepala lambang shio. Dimana posisi Jackie berdiri sebagai kepala tim yang mendapatkan kepercayaan "mengumpulkan" kedua belas patung kepala hewan lambang zodiak Cina.

Yang patut di apresiasi dari film Jackie kali ini adalah, pembuktian seorang Jackie Chan sebagai seniman film yang sangat kompleks. Jackie di film ini berperan sebagai sutradara, writer, produser, sekaligus bintang utama. Great!!

Dari segi aksi, tetap menjadi ciri khas Jackie adalah, selalu segar. Selalu berbeda. Gaya jurus-jurus beladiri spontan tetap sama, tapi tetap menghibur. Dan masih tetap membuat bertanya-tanya, bagaimana melakukan aksi laga seperti itu?! Yang membuat lebih kagum lagi adalah mengingat usia Jackie yang tidak lagi muda, namun memiliki kecepatan, kelincahan, ketepatan, dedikasi, dan kekuatan seperti orang muda.

Juga masih soal aksi laga, di karya Jackie kali ini, bagi penulis cukup "lega". Porsi hiburan laga khas Jackie ditampilkan cukup banyak, mantab, dan lapang. Pastinya seru dan sangat keren.

Pesan moral dari film ini adalah melestarikan nilai warisan budaya. Disini Jackie menunjukkan bahwa kerja kerasnya meskipun telah sukses menembus kancah Hollywood, namun tetap membuat karya film mandarin dan mengangkat tema budaya Cina.

Lewat momen aksi lelang, Jackie menunjukkan bahwa sejatinya warisan budaya adalah warisan yang tak ternilai.

Lewat aksi terjun bebasnya menantang kawah gunung meletus demi sebuah patung, Jackie seolah memberi simbol jatuhnya "nilai" warisan budaya leluhur oleh roda jaman modern. Seorang Jackie Chan harus berhadapan dengan maut untuk ikut terjun ke bawah dan menjaga dengan kebanggaan. Respect.

Keseluruhan, menghibur. Meski agak sulit mencerna konflik utamanya, tapi penampilan semangat kerja keras khas Jackie masih tetap menghibur dan menginspirasi. Salut.

CZ12 (2013) - 7/10