Malaikat pencabut hubungan kerja


Sebuah sajian drama yang manis meskipun ada sisi tragis.

Kisah film ini berfokus pada karakter Ryan Bingham. Menariknya adalah dalam satu film ini bisa memainkan beberapa konflik utama sekaligus seputar kehidupan Ryan Bingham secara apik.

Konflik yang dihadirkan meliputi profesi Ryan Bingham. Bekerja sebagai malaikat yang tak diharapkan. Ryan Bingham berkerja di perusahaan yang melayani para bos yang tak berani berhadapan langsung untuk memecat karyawannya sendiri.

Profesi seperti Ryan ini pernah penulis "tangkap" di film Margin Call. Memecat lalu menyodorkan sebuah paket hiburan. Hanya berbeda cara, bila di Margin Call profesi ini digambarkan dengan dingin, tapi disini Ryan membawakan dengan hangat.

Konflik berikutnya adalah profesi Ryan ini tentu saja profesi mahal karena harus sering berpergian. Sering berpergian, di satu sisi merupakan kerugian tapi di sisi lain merupakan keuntungan.

Dari sudut pandang Ryan sebagai karyawan, tentu saja profesinya merupakan kebanggan serta kebahagiaan tersendiri. Mendapatkan fasilitas serba VIP terutama untuk layanan pesawat dan hotel. Tidak perlu mengantri dan para kru pesawat ataupun hotel sudah hafal karena frekuensi travelling yang bila diukur bisa lebih panjang dari perjalanan ke bulan.

Dari sudut perusahaan, tentu saja profesi karyawan seperti Ryan ini adalah salah pos perjalanan dinas yang bisa menguras laba bersih terbesar. Dan dengan teknologi terkini, pos perjalanan dinas bisa ditekan dengan hadirnya teleconference.

Dari konflik profesi, lahirlah konflik personal dimana resiko pekerjaan yang lebih banyak di udara daripada di daratan membuat kehidupan Ryan menjadi betah membujang yang tak percaya pada cinta dan komitmen. Tak hanya membujang tapi juga hubungan dengan keluarga besar pun menjadi tak harmonis.

Kisah hidup Ryan ini memang melahirkan pertanyaan. Seberapa banyak perusahaan yang tidak mempunyai bagian HRD hingga harus menyewa orang lain untuk memecat karyawan? Di satu sisi profesi Ryan melahirkan surga impian akan layanan fasilitas penerbangan dan hotel, belum lagi bonus cinta lokasi dengan wanita yang terangsang oleh status elite.

Sebagai pemikiran dari film ini adalah tentang perubahan. Bagaimana pun juga, pengalaman penulis dalam dunia kerja, memang ada masa-masa dimana gaya kerja tradisional mau tak mau harus tergantikan oleh perkembangan teknologi. Dan, kadang transisi perubahan gaya kerja tersebut bisa melahirkan kontroversi atau pertentangan tersendiri dari karyawan. Tapi bila melihat sudut pandang profesi Ryan yang bertugas memecat karyawan, memang ada dilema etika tersendiri ketika memakai teknologi iChat atau video chat.

Ada quote menarik yang menjadi senjata untuk Ryan saat menjalankan tugasnya yaitu "..mereka yang berhasil membangun kesuksesan pada kehidupan di dunia, pernah mengalami masa kegagalan (jatuh / dipecat), dan mereka berhasil melakukannya (melewatinya)..."

Up In The Air (2009) - 6/10