Ketika Frank Martin tidak bisa melanggar aturan menjaga jarak dengan mobilnya


Di seri ketiga ini, masih ada nama Statham. Masih ada nama Luc Besson. Berarti harapannya masih akan ada sajian aksi laga maksimal dengan sedikit komedi.

Dan, hasilnya? Lumayan. Not bad. Disini aksi laganya masih mantab. Hanya porsinya dibuat lebih berbeda dari dua seri sebelumnya.

Disini aksi laga tidak hanya seputar tarung rapi bersih ala Frank Martin, tapi juga ada sedikit olahan aksi unjuk gigi mobil Audi. Di samping itu juga, porsi Statham ditambah dengan porsi pamer otot.

Konflik cerita di seri kali ini lebih tebal. Lebih matang. Sisi komedinya, lebih berkurang.

Keseluruhan melihat aksi laga yang tenang dan mantab ala Frank Martin sejak di Nice, atau Amerika, dan kembali ke Perancis ini, kesannya memuaskan dan menghibur!

Transporter is Statham and Statham is The Transporter. That's all!

The Transporter 3 (2008) - 7/10