Saat Uni Soviet dan Amerika berjabat tangan demi keluarga ikan paus disaksikan oleh dunia


Yang menarik dari film ini adalah, indahnya kebersamaan. Dan kisahnya nyata.

Berkisah tentang sekeluarga kecil 3 ekor paus malang yang terperangkap di lautan es. Ada paus jantan, paus betina, yang sedang melindungi sang bayi mereka yang terluka. Namun, malangnya mereka terperangkap di lautan beku dan terpisah jauh dari lautan air.

Keberadaan mereka diketahui oleh penduduk Eskimo yang kemudian menjalar hingga menjadi berita internasional. Tak ketinggalan bersama penduduk Eskimo, ada Greenpeace, ada National Guard, hingga Washington pun turun tangan membantu menyelamatkan nyawa 3 paus ini.

Hingga akhirnya diketahui ada penghalang besar yang menutupi jalan keluar para paus ini menuju lautan lepas, akhirnya Uni Soviet - yang saat itu masih berseteru dengan Amerika - terpanggil untuk bersama-sama membebaskan ketiga paus malang ini.

Tidak hanya antar pihak di sekutu Amerika, melainkan mereka yang awalnya saling mengepalkan tangan membela kepentingannya sendiri-sendiri, berseteru, akhirnya saling menjulurkan tangan saling berjabat tangan merayakan indahnya kebersamaan.

Bila menonton film perang maka yang ada adalah gambaran neraka berdarah, tapi disini membuktikan bahwa perang tidak akan pernah ada indahnya. Tidak ada surga dalam peperangan. Melengkapi indahnya luas Alaska, kebersamaan yang disuguhkan oleh film ini menampilkan indahnya surga kebersamaan. Untuk sementara waktu melupakan ego masing-masing, mengalihkan perhatian kepada nyawa binatang liar yang sangat cantik.

Pemandangan cantik alam Alaska tak ketinggalan untuk diselipkan disela cerita penyelamatan. Begitu pula pemandangan cantik bawah lautnya terutama ketika momen Rachel Kramer turun ke laut dan bermain bersama ketiga paus. Nice.

Big Miracle (2012) - 6/10