Melihat perang dari kacamata Joker


Memakai bahasa penulis sendiri, film ini memakai sudut pandang Joker tentang karirnya sebagai marinir. Mulai dari masa masuk kamp pelatihan hingga ke medan perang. Melalui kacamata Joker, mungkin film ini memberi gambaran bahwa perang sesungguhnya adalah melawan diri sendiri.

Cukup "menipu" jalan ceritanya disini. Sebab, sepertinya film ini terdiri 2 babak besar. Pertama, adalah lebih ke pengalaman prajurit Leonard Lawrence yang menjadi bulan-bulanan Sersan Hartman. Pendidikan keras ala Hartman akhirnya mengubah karakter lembut dan gendut Leonard menjadi evil. Dan, Joker-lah yang menjadi saksi mata ketika pendidikan keras militer membuat evil dalam diri Leonard bangkit.

Kedua, adalah masa dimana Joker melihat perang sesungguhnya di Vietnam. Meski Joker berdinas sebagai wartawan perang, namun ikut terlibat langsung dalam medan perang. Perang bisa membuat karakter seseorang menjadi "gila", bahkan seorang gadis remaja harus membopong senjata dan membunuh dua marinir sekaligus.

Dari dua cerita besar di film garapan Stanley Kubrick ini, penulis lebih berkesan ke kisah Leonard Lawrence. Lebih terasa. Di satu sisi mampu memunculkan rasa iba karena fisik serta keluguannya, disisi lain, juga "takut" melihat perubahan besar Leonard setelah dipukul beramai-ramai dengan sabun.

Dan yang berkesan lainnya adalah penampilan Vincent D'Onofrio sebagai Leonard, lalu Lee Ermey sebagai Sersan Hartman. Akting mereka berdua memberi warna kuat di film ini.

Full Metal Jacket (1987) - 6/10

No comments:

Post a Comment