Memburu Rollo Tommasi


Film klasik yang bagus. Taburan bintangnya berperan baik beradu kekuatan akting dengan porsi yang imbang. Sebut saja mulai Guy Pearce - Kevin Spacey - Russell Crowe - Kim Bassinger - hingga Danny De Vito.

Klasik. Tidak hanya tahun produksinya, tapi juga ceritanya yang berlatar belakang klasik. Menarik karena alur ceritanya padat dan kompleks. Kedalaman ceritanya, dengan catatan full attention pada saat menyimak, sangat bagus. Kelemahannya bila kurang menyimak kadang akan missing story karena banyak sekali karakter di dalamnya. Pengalaman penulis, lupa nama karakter sekaligus perannya dalam cerita.

Intinya berkisah tentang tiga karakter besar yang berprofesi sama. Disini terasa sekali adu akting antar tiga aktor besar. Exley - Jack Vincennes - Bud White. Karakter mereka berbeda satu sama lain. Exley, seorang polisi jujur cerdas yang terobsesi pada Rollo Tommasi.

Jack, seorang polisi bertema selebritis, haus publikasi, gaya santai, terima uang suap.

Bud, polisi bergaya dingin tanpa kompromi dan sering naik darah. Jarang tersenyum.

Konflik. Disini letak sentral kekuatan film karya Curtis Hanson ini. Berliku. Konflik antar polisi. Konflik narkoba. Konflik polisi kotor dan bersih. Dan semua dibuka kembali melalui tragedi Nite Owl. Setelah Nite Owl, konflik semakin terasa kental dan kuat. Menarik.

Tidak hanya seputar Nite Owl, cerita kemudian dibuat lebih kompleks dengan kisah Bud dan Lynn dengan kasus prostitusi serta kekerasan. Kisah Jack menyelidiki kasus pembunuhan gay. Exley sendiri sibuk menangani pembunuhan Nite Owl. Inilah yang membuat perlu perhatian sedikit ekstra agar tidak kehilangan jalan cerita.

Antar karakter. Tentu saja kualitas Russell Crowe, Kevin Spacey, Guy Pearce atau Danny De Vito tidak perlu diragukan lagi.

Keseluruhan film ini menampilkan taburan bintang dengan cerita yang menarik. Twist pepatah pagar makan tanaman mungkin cocok disematkan untuk cerita film ini karena yang seharusnya menjaga melindungi melayani tidak berfungsi.

L.A. Confidential (1997) - 7/10