Full house inside elevator


Pertama kali (dulu) menyimak film ini, spontan langsung teringat gaya film Blackout. Dua film itu sama-sama memakai satu tempat untuk mengeksplorasi situasi mencekam dalam kesempitan yaitu lift.

Lalu apa yang beda? Tentu saja tema film. Bila di blackout berisi kisah 3 orang dengan background berbeda, disini memakai "serangkai kartu full house". 3 pria, 2 wanita. Dari segi horor, tampilan Devil jauh lebih baik. Tidak datar. Memakai pola cekam-tenang-cekam-tenang dan seterusnya hingga twist. Lebih menonjol dalam kedalaman cerita. Tidak dangkal dan tidak terperangkap pada lift tapi jauh lebih dalam membungkus teka-teki yang lumayan apik.

Ada double twist. Setidaknya itu yang penulis tangkap. Twist pertama, sangat dramatis. History link yang dipakai sudah cukup mengena. Sayang, twist yang kedua kurang terasa dan akhirnya membuat tensi film jadi turun. Tanpa twist kedua sebenarnya film ini sudah menarik.

Ada missing story yang penulis alami meski harus sampai lebih 3x menyimak film yang memakai nama besar M. Night Shyamalan di belakang layar. Pertama, background dari masing-masing karakter, jalan cerita seperti di-cabang-kan dengan kesibukan menyelidiki background. Kedua, kembali twist yang kedua itu lagi. Gagal memahami.

*** Best part film ini tentu saja misteri Jane Kowski. Pembungkus cerita Jane ini cukup menipu dan cerdas dan penulis terkesan dengan penampakan twist-nya meski history link-nya terasa biasa.

Devil (2010) - 6/10