From Mumbai with chai-wallah to be a millionaire

Slumdog Millionaire film
Dulu, penulis tahu film India dari stasiun televisi. Dan ciri yang penulis paling kenal adalah durasi dan tarian. Durasinya dapat sampai 3 jam. Dan cerita panjang karena diselingi tarian-tarian. Lagi, adegan laganya juga khas. Dan penulis kurang begitu menyukai film India saat itu dan pemikiran tersebut bertahan lama.

Awalnya, banyak media yang menyorot film garapan sutradara Danny Boyle ini. Terutama setelah memenangkan piala Oscar. Film India memenangkan ajang bergengsi di Hollywood sana. Wow....ya,wow. Penulis pun mencoba menghilangkan sejenak antipati tentang film India. Hasilnya?

Dimulai dari titik penyiksaan polisi terhadap pemenang kuis Who Wants To Be A Millionaire, lalu berkembang dengan frame per frame yang maju mundur. Menarik, meski alur cerita berpindah dari satu masa ke masa masih menjadi harmonisasi cerita apik. Kesan pertama yang dimunculkan dapat langsung terserap berbeda dari film India yang umum. Film digerakkan oleh tiap pertanyaan kuis dan menjadi rangkaian cerita yang cerdas. Romantisme yang ditampilkan tidak cengeng berlebihan. Taste romantisme yang benar-benar berbeda.

Gebrakan lagu O...Saya di intro film menjadi daya pikat awal bagi penulis. Easy listening. Langsung dapat feel-nya. Rancak dinamis dan keren. Lagu-lagu komposisi A.R.Rahman diletakkan pas pada adegan film. Lagu lainnya, Dream on Fire - Latika's Theme, Paper Planes atau juga Jai Ho kini sudah menjadi playlist khusus di media player penulis. Great job for this movie and it's written.

Slumdog Millionaire (2008) - 8/10