Tetaplah disini, Doraemon....


Tentu nama besar serial televisi Doraemon sudah dikenal baik dari kalangan tua hingga muda. Penulis pun demikian. Penulis mulai mengenal kecanggihan kantong ajaib Doraemon melalui serial televisinya, berikut penulis memiliki satu biji buku komiknya yang sekarang entah dimana keberadaannya.

Bagi penulis, bobot cerita antara serial yang biasanya berdurasi 30 menitan, itupun dibagi menjadi 3 sesi cerita pendek, dengan versi layar lebar ini, sama-sama menarik.

Berbeda dengan serial televisinya yang memakai teknologi kartun klasik, disini tentu sudah 3D. Cukup halus, rapi, dan detail yang tajam.

Bagi penulis juga, film ini lebih mengedepankan kekonyolan Nobita daripada kecanggihan kucing masa depan, Doraemon. Terasa lebih ke drama dewasa.

Alur ceritanya sederhana saja. Seekor kucing masa depan ditugaskan untuk membantu Nobita yang sarat dengan sifat kekurangan dan lamban. Misi kucing masa depan ini adalah memastikan bahwa kelak Nobita akan bahagia bersama pujaan hatinya yaitu Shizuka.

Dari keseluruhan cerita, cerita setelah sesi misi melamar Shizuka merupakan cerita yang tak asing. Karena kebetulan, penulis pernah memiliki satu komik Doraemon yang mengangkat kisah perginya Doraemon.

Keseluruhan, menurut penulis, versi modern 3D Doraemon ini tidak kalah menarik dengan serial televisi maupun komiknya dahulu. Pengalaman penulis dari film ini, bila sebelumnya tidak pernah membaca komik Doraemon, bobot cerita film ini akan lebih terasa manis. Karena tidak akan bisa menebak jalan cerita. Sebaliknya, bila sudah rajin mengkuti komik serial Doraemon sebelumnya, mungkin cerita disini akan lebih mudah ditebak dan terasa biasa saja.

Stand By Me Doraemon (2014) - 6/10