Gemulai Wing Chun melawan kekar tinju Barat


Jika penulis memilih, maka penulis lebih suka gaya dan alur cerita Ip Man yang versi perdana.

Secara gaya, penampilan Donnie Yen tidak terlalu banyak perbedaan. Hanya, soal bobot cerita, rasanya di seri ini terlalu "dipaksakan" menampilkan kehebatan sosok Yip Man. Seperti menjawab tuntutan suksesnya seri pertama Ip Man. Jadi, seolah rasanya bobot cerita dibesar-besarkan.

Tapi, bisa dikatakan sebenarnya, di seri kedua ini, alur dan posisi karakter tokoh yang ditampilkan, hampir mirip dengan seri perdana. Tidak ada yang baru. Biasa saja.

Posisi Yip Man masih dipegang Donnie Yen. Masih "cantik" dengan Wing Chun. Satu hal yang tidak bisa atau mungkin belum bisa tergantikan adalah adegan fenomenal Yip Man melawan 10 orang Jepang sekaligus! Adegan itu, sangat mantab buat penulis. Tapi, disini tidak ada adegan tarung yang memorable. Banyak adegan tarungnya, tapi tidak se-natural seperti Ip Man pertama.

Selebihnya, hampir sama dengan seri pertama, posisi Ji sebagai petarung agresif yang mencari gara-gara, sepertinya kali ini di plot ke Sammo Hung yang tampil maksimal. (Sammo Hung buat penulis adalah aktor yang unbelieveable, sangat susah dipercaya dengan tubuh gemuknya namun sangat lincah dan piawai menciptakan koreografi kungfu yang berkualitas).

Meskipun begitu, Ji yang dulu agresif, masih tetap ditampilkan disini tapi dengan porsi yang lebih kecil. Sama halnya dengan porsi istri Yip Man dan Simon Yam yang dulunya di seri pertama mendapat porsi besar, di seri kedua memang ditampilkan tapi lebih kecil. Paling parah posisi Simon Yam, ditampilkan sebagai pria gelandangan yang lupa ingatan akibat peluru Jepang. Ada tak ada posisi Simon disini sepertinya tak bakal berpengaruh pada alur cerita.

Posisi Simon Yam, sepertinya digantikan oleh Wong, yang menjadi murid pertama Yip Man. Sama seperti "tugas" Simon di seri dulu, posisi karakter Wong ditugaskan terus tampil mendampingi Yip Man.

Posisi pembuat masalah, kalau dulu ada penjajahan Jepang, kali ini digantikan oleh Twister, sang petinju dari Inggris.

Jadi, bila dilihat dan dirasakan tidak ada yang baru di seri kedua ini. Tidak ada nilai istimewanya. Biasa saja. Justru bila melihat konflik kungfu Cina dipertemukan dengan tinju barat disini, spontan penulis teringat pada gaya konflik film Jet Li di Fearless.

Ip Man 2 (2010) - 6/10