Pergi demi melindungi hak asasi, kembali hak asasi tercuri


Sangat menyentuh. Pernahlah kita dengar seruan jangan bertanya apa yang bisa negara berikan kepada kita namun seberapa banyak yang bisa kita berikan untuk negara. Dan, film ini mungkin akan menjadi salah satu yang berdiri di garis depan untuk membalikkan seruan patriotisme tersebut. Apa yang akan negara berikan ketika semua telah diberikan?

Film ini sangat berhasil menarik emosi berada pada posisi Hank Deerfield. Hank Deerfield adalah seorang pensiunan militer dengan pangkat Sersan. Anak pertamanya, David, mengikuti jejak sang ayah di militer dan gugur. Anak keduanya, Mike, juga mengikuti jejak ayah serta kakaknya di dunia militer bahkan sempat mencicipi kekacauan di Irak dan terakhir menghilang tanpa berita jejaknya.

Film ini lebih kuat terasa pada emosional sang ayah, Hank, yang mendapatkan pengorbanannya kepada negara ternyata berbalas dengan kehilangan. Konflik pencarian jejak serta kenyataan disini terasa menarik hanya saja masih kalah pengaruh dengan kisah kehilangan Hank. Tentu saja, semua itu selain dari sudut ceritanya yang menarik dan dalam, juga mendapatkan pengaruh besar dari kualitas akting Tommy Lee Jones.

Paling berkesan dari film ini adalah gaya karakter Hank yang sangat mencintai kerapian. Bahkan pada hal-hal kecil seperti merobek tisue pun harus simetris. Serba rapi dan bersih. Sejuk melihat gaya Tommy Lee sebagai Hank disini. Sedangkan yang unik adalah penampilan Josh Brolin disini hampir tak ada berubahnya dengan penampilannya di American Gangster bersama Denzel dan Russell Crowe.

Film drama luar biasa yang menyindir sekaligus menyentuh tanpa harus dengan emosi berlebihan dalam aksi baku tembak atau akting emosional.

In The Valley Of Elah (2007) - 8/10