Setelah membaca pesan bloody hand yang terukir di batu


Melihat alur cerita di awal memang menarik. Dan tema yang diangkat pernah menjadi angan-angan dalam bayangan yaitu tema army militer digabung dengan misteri atau horor. Karena selama ini penulis belum dapat film dengan tema horor gabungan antara militer (perang) dan horor. Ternyata film ini seperti menjadi jawabannya. Tema militer digabungkan dengan horor.

Awalnya menarik. Gaya horornya pun cukup merindingkan bulu. Tentang sebuah pleton tentara yang dipimpin oleh Choi Tae-in dikirim ke Vietnam untuk mencari pleton lainnya yang dinyatakan "hilang". Dan, paling terasa sisi horornya ketika harus kembali mengingat ada berapa orang kah dalam satu pleton Choi ketika diberangkatkan ke Vietnam?

#kalau dari awal setengah-setengah mengikuti pasti penasaran untuk putar balik ke awal cerita. Hitung balik.

Selanjutnya, horor menjadi biasa saja mengandalkan suasana dan permainan cahaya, bayangan, misteri kematian. Gaya para tentara Korea ini juga memberi pengaruh ke nuansa horor. Gaya mereka seperti berakting film komedi-horor daripada militer-horor. Seperti sekumpulan para mahasiswa daripada tentara. Fisik para tentara disini juga kurang pas dengan militer. Kurang berotot.

#Penulis juga kadang masih bingung dengan nama-nama karakter Korea. Apalagi bila memakai konsep banyak karakter dalam satu film seperti ini. Akhirnya kerepotan memilah mana yang manusia mana yang bukan. Apalagi diperparah dengan semua memakai helm dan seragam yang mirip.

R-Point (2004) - 6/10

No comments:

Post a Comment