Minyak itu mahal


Tema yang diangkat dalam film ini sebenarnya banyak ditemukan dalam dunia nyata. Terorisme. Dan berbicara terorisme tentu akan menjadi hal yang sangat sensitif.

Ada beberapa hal yang dapat direnungkan dari film garapan Peter Berg ini, antara lain:

- Kekerasan akan melahirkan kekerasan yang lain. Dendam satu akan melahirkan dendam yang lain. Tak akan pernah berhenti.

- Bila dirujuk ke atas, seperti film ini, sebenarnya bermuara pada satu masalah. Uang. Harta. Materi. Sebut saja Arab Saudi yang disebut memiliki sumber daya alam melimpah, khususnya minyak. Siapa yang tak tertarik? Atau siapa yang tertarik dengan melimpahnya sumber daya kehidupan?

- Lalu terorisme sendiri? Sepengetahuan awam bagi penulis, kadang aksi terorisme dibarengi dengan jumlah dana yang tidak sedikit. Perlu ada yang benar-benar siap di belakang seksi pendanaan.

- Semua menginginkan harta. Semua butuh materi. Dan semua tak bisa hidup bahagia tanpa uang.

- Dan, tak selamanya, meski sepaham atau se-kepercayaan, tak semua memiliki pandangan yang sama dalam hal beribadah.

Paling menarik di film ini adalah sesi investigasi Fleury dan rekan. Mulai dari wawancara, potongan marble (bayangin...), dan sebuah ranjang dorong pasien Rumah Sakit. Lebih terasa dibandingkan dengan sesi opening serta klimaksnya.

Kemudian di bagian ending terlihat ada kenyataan sama antara karakter Amerika dan pejuang Saudi, kill them all.

Pesan film ini, versi penulis, semua masalah memiliki akar permasalahannya sendiri. Terorisme tercipta bukan tanpa alasan. Namun, bila kedua pihak saling merasa benar, maka jalan tengah akan jauh ak terlihat. Tapi, alangkah damainya, bila saling mengakui salah dan memaafkan.

Berbicara film ini tak akan ada ujungnya selama saling membenarkan diri. Dan, tema seperti film kadang menjadi mood blocker tersendiri bagi penulis karena sensitifitasnya terkait salah satu kepercayaan.

The Kingdom (2007) - 6/10

No comments:

Post a Comment