Wanita di antara Jurang Merah


Besar. Megah. Itu kesan yang muncul menyaksikkan karya hebat dari sutradara John Woo. Epik. Kolosal menawan dari tanah Asia yang tak kalah dengan barat. Dengan durasi kurang lebih 4 jam yang terbagi menjadi 2 seri menghasilkan karya film yang luar biasa.

Liu Bei. Menyaksikkan karakter Liu Bei ini simbol keberuntungan di tengah kekurangan. Liu Bei harus menyaksikkan rakyatnya terusir oleh rezim Cao-Cao, namun beruntung karena dikelilingi oleh prajurit terbaik dan sangat setia.

Zhuge Liang. Adalah bawahan dari Liu Bei yang menarik perhatian dengan gaya kipas sayap angsanya dan piawai dalam membuat strategi. Tenang dan sangat cerdas. Paling memorable salah satunya adalah strategi mengumpulkan anak panah.

Zhou Yu. Dari karakter yang dimainkan apik oleh Tony Leung ini memunculkan kesan kebijakan seorang pemimpin. Ilustrasi kerbau rakyat yang dicuri melambangkan kedekatan sang pemimpin dengan rakyatnya.


Karakter Zhou disini ditampilkan adil bijaksana. Bahkan pada saat pihak musuh sedang kerepotan menangani wabah penyakit, Zhou memilih menunggu untuk tidak menyerang karena dalam perangpun keadilan harus ada.

Banyak karakter tokoh yang menarik dan berbeda-beda kemudian dicampur aduk menjadi tontonan yang indah. Tidak hanya sebatas kisahnya saja yang menarik, visual efeknya juga terbilang cukup menakjubkan mata. Setiap melihat film ini dengan adu strateginya, selalu melahirkan perasaan ingin kembali memainkan game PC Stronghold Crusader atau Age Of Empire. Sayangnya, Age Of Empire sudah hilang keberadaannya di PC penulis.

Adu strategi yang penulis suka adalah formasi labirin ala tempurung kura-kura. Sisi kolosalnya digarap dengan detail yang tak kalah dengan kolosal Hollywood. Tidak hanya pertempuran di darat, namun kisah pertempuran di laut pun digarap dengan efek serta gambar yang memanjakan mata. Formasi ribuan kapal milik Cao-cao sangat megah.

Pesan moral yang ada adalah perlawanan melawan Cao-Cao yang diibaratkan seperti perang Daud melawan Goliat. Semut melawan gajah. Kecil melawan besar. Puluhan ribu prajurit di bawah pimpinan Zhou Yu harus menghadapi ratusan ribu prajurit Cao-Cao.

Keseluruhan film ini meski berdurasi raksasa namun tidak membuat bosan apalagi jenuh. Visual nya sangat memanjakan mata. Nilai-nilai moral di dalam kisahnya juga bagus. Perbedaan karakter tokohnya membuat warna-warni film lebih indah.

Red Cliff (2008/9) - 8/10

No comments:

Post a Comment